PERGESERAN ISU EKONOMIS DAN POLITIK DI ACEH

Belum genap lima tahun masa perdamaian di tanah Aceh yang dikenal dengan nama Serambi Mekkah ini kembali di hantui oleh sepak terjang sekelompok pihak tertentu, walaupun dalam masa perdamaian ini sudah ada beberapa kejadian yang menjadi noda dalam perdamaian aceh seperti yang kita ketahuai ada beberapa kejadian kriminal yang merenggut korban jiwa. Baru-baru ini diberitakan ada keberadaan sekelompok radikal bersenjata di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang kemudian membuat mengejutkan seluruh elemen Rakyat Aceh khususnya dan seluruh wilayah Indonesia, hal ini menjadi ketakutan yang sangat berlebihan dikalangan masyarakat awam yang sedang menikmati perdamaian yang lahir dari MoU Helsinki di Finlandia pada tahun 2005 yang lalu sekaligus bisa mengganggu perdamaian. Peristiwa ini kembali mengusik ketentraman yang dirasakan Rakyat Aceh, dengan di beritakan segitu extreme nya dimedia masa dan media elektronik, dengan hal-hal yang masih membekas di ingatan rakyat Aceh yakni seperti razia disepanjang jalan lintas utara-timur aceh dan kontak tembak yang begitu jelas kejadiannya.

Kasus yang sangat mengejutkan ini telah menggiring opini di public akan terganggunya perdamaian dan mengubah peta perpolitikan di Aceh yang mana telah melahirkan ruang demokrasi perpolitikan Aceh kearah yang lebih baik yaitu adanya Pilkada dari jalur independent dan lahirnya wadah politik rakyat Aceh dengan Partai Politik, dua hal ini menjadi harapan baru rakyat Aceh untuk membangun aceh dari ketepurukan dan kehancuran yang diakibatkan oleh konflik yang memakan waktu tiga puluh tahun lebih lama dan diporak-porandakan oleh bencana yang maha dasyat yaitu Tsunami di tahun 2004 silam.
Oleh karena itu Kondisi ini tentu saja bisa mencederai perdamaian Aceh dan menyita energy semua pihak. Karena layaknya peristiwa ini yang terus meluas sampai kedaerah Kabupaten Aceh Utara dan daerah-daerah lain di Aceh. Trauma masyarakat akan kembali terbangun dengan ditandai dengan kemudian kejadian “salah tembak” yang hanya ditutup dengan minta maaf kepada keluarga tanpa ada indikasi tindakan lanjutan untuk proses hukum bagi pelaku dan upaya tanggung jawab terhadap keberlangsungan hidup keluarga korban. Kejadian ini sangat menyakitkan bagi keluarga korban. Ihkwal ini menjadi sebagai salah satu pengaruh terhadap perpolitikan serta melukai perdamaian.
Politik di aceh semakin memanas dengan pernyataan beberapa orang yang mengatakan ada keterlibatan kelompok local tertentu dan ada kaitan dengan kelompok kecewa dan sakit hati, tentunya hal ini berkaitan dengan ekonomis ataupun kontradiksi pokok dan psikologis yang dirasakan. Ada kelompok kritis dalam masyarakat yang menyorot secara intens pola-pola kasus seperti itu. Jangan sampai kecurigaan public tentang hal ini semakin membesar, bahwa hal ini hanyalah akal-akalan pihak tertentu yang mempunyai kepentingan untuk menjadikan Aceh kembali seperti peristiwa kelam dan melahirkan konflik baru, lalu mengeruk kepentingan diatasnya, benar adanya. Dan juga ada yang opini yang mengatakan kejadian ini hanyalah sebuah konspirasi elit tingkat tinggi dalam mengalihkan Isu Bal-Out Bank Century yang merugikan Keuangan Negara sebesar Rp. 6,7 Triliun, anggapannya karena kenapa kejadian ini tiba-tiba muncul dan terangkat ke publik disaat sedang panasnya suhu politik di nasional dengan Keputusan sidang Paripurna DPR-RI pada tanggal 3 maret 2010 yang mengatakan ada pelanggaran dari kebijakan dalam proses Bal-Out tersebut. Kemudian Juga muncul perdebatan panas yang diberitakan media elektronik nasional yang beranggapan Peristiwa ini hanyalah sebuah Polesan Politik Pencitraan. Tentunya Hal ini sangat menyita pandangan rakyat.

Jika berlarut-larut kajadian ini banyak kalangan telah mengatakan pendapatnya dapat mengganggu damai Aceh baik itu di dunia nyata serta perang urat saraf di dunia maya seperti kontens Facebook. Justru ada dampak yang dilahirkan dari peristiwa tersebut terhadap apa yang dirasakan rakyat Aceh. serta sejauh mana dampak yang dilahirkan dari kejadian tersebut terhadap perpolitikan dan perdamaian di Aceh.

di kondisi lainnya hal ini dihadapkan dengan kontradiksi pokok yang dihadapai rakyat aceh pasca konfik dan tsunami, kemudian pasca berakhrirnya BRR dengan program kerja rehabilitasi dan rekontruksi diaceh telah meningkatkan pengangguran, tentunya hal ini sangat berpengaruh terhadap ekonomi rakyat, karena dilain bidang belum tersedianya lapangan pekerjaan, angka kemiskinan semakin meningkat, belum lagi ditinggat pendidikan aceh yang sudah berada dibawah papua, di bidang kesehatan pun belum adanya kualitas yang benar-benar pro rakyat. apa yang dia agung-agungkan di aceh dengan daerah yang kaya akan sumberdaya alam hanya menjadi kebanggaan di nama saja, kemakmuran yang diomong-omongkan para pemimpin kepada rakyat dengan janji-janji dan program-program hanya menjadi pil penenang terhadap kekecewaan elemen rakyat aceh. bisa dikatakan GAGAL dalam memimpin aceh.........rakyat hanya memakan asap dan debu dari mobil-mobil mewa yang melintasi jalan-jalan perkampungan yang dilewati oleh pejabat-pejabatan...saya menilai berita yang publkasikan kepublik hanya sebagai pengulur benang merah (kegagalan) kearah penggiringan opini saja. dan mengalihkan isu saja dan mengubah peta ekonomis dan politis yang dirasakan rakyat aceh. seharusnya mereka-mereka pemimpin harus membenah diri dari sekarang untuk menjalankan roda kepemimpinannya kearah yang lebih baik dan arah kemajuan serta kesejahteraan yang diidamkan rakyat aceh. bukan malam selalu merespon peristiwa ini, bukan tdak boleh-tapi boleh-boleh saja, akan tetapi ada tugas tetap harus dijalankan.....

BY.
Safri MS......

Posting Komentar

About This Blog

  © Blogger template Shush by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP